BRMP Jawa Tengah Gelar Panen Bersama Kedelai di Pati, Targetkan Produksi Benih Bermutu
Pati – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah sukses menggelar panen bersama kedelai di lahan Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Kedelai, Senin (31/8/2026). Pelaksanaan tanam bersama pada 15 Juni 2026.
Dihadiri dan disaksikan oleh perwakilan berbagai instansi dan pihak terkait, di antaranya Dinas Pertanian Kabupaten Pati, BRMP Jawa Tengah, Tim UPBS Kedelai, Penyuluh Pertanian, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta Kelompok Tani Karya Bakti.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Produksi Benih Sumber Kedelai Spesifik Lokasi yang dilaksanakan bersama Kelompok Tani Karya Bakti di Desa Tri Mulyo, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati.
Panen bersama ini dilakukan pada areal seluas 15 hektar yang ditanami kedelai varietas Grobogan. Melalui pengelolaan pertanaman secara intensif, kegiatan ini diproyeksikan mampu menghasilkan benih bermutu tinggi dengan kelas Stock Seed (SS) atau Benih Pokok, dengan target produksi mencapai 22–25 ton.
Sampling ubinan dilakukan untuk mengukur produktivitas pertanaman. Hasil pengukuran berat ubinan berkisar antara 4,1–4,4 kilogram (dalam kondisi brangkasan). Potensi produktivitas hasil ubinan, diperkirakan mencapai 2,2–2,5 ton per hektare.
Capaian tersebut tidak terlepas dari penerapan teknologi budidaya yang dilakukan secara intensif dan adaptif oleh petani.
Sistem tanam yang digunakan mengombinasikan metode sebar dan tugal, dengan penyesuaian terhadap kondisi tekstur dan kelembapan lahan. Selain itu, petani juga menerapkan pemupukan berimbang serta Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dalam pengelolaan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
Pendekatan budidaya yang adaptif terhadap kondisi lahan diharapkan mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal sekaligus menjaga kualitas dan produktivitas pertanaman untuk menghasilkan benih sumber yang bermutu.
Setelah panen bersama, selanjutnya pendalaman materi mengenai Sertifikasi Benih Kedelai (narsum dari BPSB) dan materi Pengendalian OPT tanaman kedelai (Narsum Balai Perlindungan Tanaman Pos Pati). Materi yang dipaparkan penting demi memperkuat pemahaman terkait aspek mutu benih serta pengelolaan OPT dalam produksi benih kedelai.
Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga teknis, penyuluh, petugas lapangan, dan kelompok tani, penyediaan benih sumber kedelai berkualitas diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kemandirian benih, peningkatan p roduktivitas, serta pengembanganproduksi kedelai nasional, khususnya di wilayah Jawa Tengah.